JUDUL JURNAL (SNA 14) : PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

Penulis : FEB TRI WIJAYANTI (Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS), SUTARYO (Fakultas Ekonomi UNS) dan MUHAMMAD AGUNG PRABOWO (Fakultas Ekonomi UNS)

PENDAHULUAN

Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang sering juga disebut sebagai social disclosure, corporate social reporting, social accounting (Mathews, 1995) atau (Hackston dan Milne, 1996) Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Tanggung jawab sosial perusahaan itu sendiri dapat digambarkan sebagai ketersediaan informasi keuangan dan non-keuangan berkaitan dengan interaksi organisasi dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya, yang dapat dibuat dalam laporan tahunan perusahaan atau laporan sosial terpisah (Guthrie dan Mathews, 1985). Sudah menjadi fakta bagaimana reaksi masyarakat sekitar muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan diatur oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas No.40 Pasal 74 tahun 2007, dimana perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang/berkaitan dengan sumber daya alam wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Tidak semua pihak setuju dengan adanya peraturan baru ini, memperlihatkan bahwa komunitas bisnis Indonesia belum sepenuhnya yakin bahwa aktivitas CSR akan memberikan dampak positif bagi tujuan utama mereka.

Penelitian ini menguji pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan 7 kategori pengukuran CSR yaitu lingkungan, energi, kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, lain-lain tenaga kerja, produk, masyarakat, dan umum. Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yaitu leverage, ukuran perusahaan, dan tipe industri.

Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

  • H1: CSR berpengaruh signifikan terhadap return on asset.
  • H2: CSR berpengaruh signifikan terhadap return on equity.
  • H3: CSR berpengaruh signifikan terhadap earning per share.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Penelitian ini menggunakan variabel dependen kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA, ROE, dan EPS. Variabel ROA menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang dapat diperoleh dari keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan. ROA dihitung dengan membagi laba usaha setelah pajak dengan total aset dikalikan seratus persen. ROE mengukur pengembalian atas ekuitas saham biasa, atau tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham, ROE dihitung dengan membagi laba usaha setelah pajak dengan ekuitas dikalikan seratus persen. EPS merupakan laba bersih setelah pajak dikurangi dengan deviden dibagi dengan total seluruh saham.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah CSR. Penelitian ini CSR diukur dengan menggunkan index pengungkapan sosial yang merupakan variabel dummy.

VIP Member Download (Login to download)

037
1.1 MiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

TITLE : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PENGUNGKAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Authors : Febrina & I G N Agung Suaryana (Fakultas Ekonomi Universitas Udayana)

Abstrak

Tanggung jawab sosial dan lingkungan menjadi salah satu komponen pengungkapan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengungkapan item-item pengungkapan biasanya dilakukan melalui laporan tahunan atau sustainability report. Penelitian ini menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan pada perusahaan manufaktur di BEI dengan memperluas item-item pengungkapan. Item pengungkapan diidentifikasi berdasarkan Reporting Guidelines yang termuat dalam General Repoting Initiatives (GRI). Peneliti memperoleh 79 item pengungkapan. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kebiajkan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah leverage, profitabilitas, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial.

Sampel penelitian adalah perusahaan manufaktur yang mengungkapkan tanggung jawab sosial dan lingkungan pada periode 2007-2009. Jumlah obervasi yang digunakan adalah 75 observasi. Kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan diukur dengan indek pengungkapan. Indek ini diukur dengan item pengungkapan dalam Reporting Guidelines yang termuat dalam General Repoting Initiatives (GRI). Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi berganda.

Hasil pengujian gagal membuktikan pengaruh leverage, profitabilitas, ukuran dewan komisaris, dan kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ukuran perusahaan sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi kebijakan pengungkapan sosial dan lingkungan, sehingga mendukung hipotesis ukuran perusahaan dalam teori akuntansi positif.

Kata kunci: Pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan, General Repoting Initiatives

Hipotesis Penelitian

  • H1 : Tingkat leverage berpengaruh signifikan pada kebijakan pengungkapan jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
  • H2: Tingkat profitabilitas perusahaan berpengaruh signifikan pada kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
  • H3: Ukuran dewan komisaris berpengaruh signifikan pada kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
  • H4: Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan pada kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
  • H5: Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan pada kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Simpulan

Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kebijakan tanggungjawab sosial dan lingkungan dikembangkan pedoman sustainability report yang diterbitkan oleh GRI (2000). Peneliti mengidentifikasi 79 item pengungkapan, lebih banyak dari penelitian sebelumnya, misalnya Sembiring (2005) mengidentifikasi 78 item pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan). Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

Tingkat leverage tidak berpengaruh secara signifikan pada kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan artinya semakin tinggi tingkat leverage maka tidak mempengaruhi kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Tingkat profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan pada pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, artinya semakin tinggi tingkat profitabilitas maka tidak akan memperluas kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan, karena ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi, perusahaan menganggap tidak perlu melaporkan hal – hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuangan tersebut.

VIP Member Download (Login to download)

027
407.7 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal