PENGARUH KOMPLEKSITAS TUGAS DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA AUDITOR

PENGARUH KOMPLEKSITAS TUGAS DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA AUDITOR

CECILIA ENGKO
Universitas Pattimura Ambon

GUDONO
Universitas Gadjah Mada

ABSTRAK

This study examine the effect of task complexity and locus of control to relation between leadership style and job satisfaction. This research applies leadership style with contingency approach and applies Path Goal Theory of Leadership.

The sampling technique applied is purposive sampling and research data is primary data collected by sending questionaire direct in various KAP which its checklist and address written in Directory Kantor Akuntan Publik released by Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). The respondent is yunior auditor in Surabaya, Semarang and Yogyakarta. The yunior auditor is participating in this research amounts to 90 peoples of 19 Public accountant Offices.

Test hypothesis done by using Two Way Analysis of Variance (ANOVA). The result of this research indicates that increasingly low task complexity; hence supportive leadership style will increase job satisfaction of yunior auditor. This research also shows that task complexity cannot moderation relation between directive leadership style and job satisfaction, locus of control cannot moderation relation between directive leadership style and job satisfaction and locus of control cannot moderation relation between supportive leadership style and job satisfaction.

Keyword: Direct leadership style, supportive leadership style, task complexity, locus of control and job satisfaction.
* Simposium Nasional Akuntansi 10 – Makassar
Link Download Jurnal SNA
#download/8594813/AMKP-08.pdf.html

Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control….

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah


ABSTRAK

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. 

Metoda pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, dimana angket tersebut berbentuk skala yang disusun berdasarkan teori-teori dukungan sosial dan teori-teori perilaku asertif. Skala yang dibentuk yaitu skala dukungan sosial dan skala perilaku asertif yang disusun oleh Lili Yuniarti (1998), kemudian dimodifikasi dan penambahan oleh penulis dalam hal jumlah dan kata-kata. Sebelum data digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba data dengan uji validitas dan reliabilitas. Sedangkan metoda analisis yang digunakan dengan metoda korelasi product moment pearson.

Berdasarkan proses uji coba diperoleh nilai 0,9540 untuk dukungan sosial dan 0,9454 untuk perilaku asertif yang berarti data tersebut reliabel dan dapat digunakan. Sedangkan berdasarkan metoda analisis diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi antara kedua variabel adalah rxy = 0,361 (rxy>0,195) dan p = 0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku asertif. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula perilaku asertif.

Kata kunci: dukungan sosial, perilaku asertif

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia usaha saat ini ditandai dengan adanya kompetisi usaha yang semakin ketat dalam skala global. Kondisi tersebut didorong oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, teknologi produksi (mekanisme), teknologi komunikasi, dan teknologi transportasi. Diantara teknologi yang berkembang, teknologi informasi mempunyai dampak yang paling dominan terhadap dunia usaha. Istilah teknologi informasi yang sekarang lazim digunakan orang, sebenarnya merupakan perpaduan antara teknologi komputer, komunikasi dan otomasi kantor, yang telah bercampur menjadi satu sehingga sulit untuk memisahkannya (Indrianto, 1996). Perkembangan teknologi informasi yang pesat didukung dengan perkembangan teknologi transportasi telah mendorong timbulnya era globalisasi. Dunia usaha dihadapkan pada persaingan global yang sangat kompetitif. Lingkungan bisnis telah berubah total dengan ketidakpastian (uncertainty) yang semakin tinggi.

Ketidakpastian lingkungan (environment uncertainty) yang ada akan menyulitkan manajer dalam membuat perencanaan dan melakukan pengendalian terhadap operasi perusahaan……..

Download link skripsi akuntansi:

http://bit.ly/946JQv

PENGARUH ORIENTASI PROFESIONAL TERHADAP KONFLIK PERAN

Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

PENGARUH ORIENTASI PROFESIONAL TERHADAP KONFLIK PERAN:
Interaksi Antara Partisipasi Anggaran dan Penggunaan Anggaran Sebagai Alat Ukur Kinerja Dengan Orientasi Manajerial
(Suatu Penelitian Empiris Pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di ProvinsiNanggroe Aceh Darussalam)
Fazli Syam BZ, SE,Msi, Ak
Drs. Muslim A. Djalil, MBA
Universitas Syah Kuala

Abstract

This research is aimed at predicting and explaining empirically the effect of budget participation on the role conflict experienced by managers who have a high professionals. The another purpose is to reveal the effect of managerial orientation on the potential arising role conflict of manager who have a high professional orientation and participated in budget formulation process and their achievements measured with a budget indicator.

The respondents of this research are Deans, Vice Deans, Head of Academic Depts, and Head of Adm Depts. Of 150 distributed questioners to 15 state and private owned institutions of The Province of NAD, it has the response rate of 34,7% or 52 questioners. The data are analyzed by using Pearson Correlation and Simple Regression in order to reveal the relationship and influence among the designated variable.

The outcome of research indicated that the interaction between professional orientation and budget participation and utilization did not affect the role conflict positively. It meant that role conflict is not caused by professional orientation, budget participation and utilization, but it is a result from other factors. However, interaction of professional orientation, managerial orientation, and budget participation and utilization lead to negative impact on role conflict. On the other words, the individual whose position to focus himself on professional orientation and managerial orientation will face the role conflict at the moment of his performance is being evaluated by the level of budget participation and utilization. This outcome of research support the previous research by Abernethy & Stoelwinter (1995), Bacharah (1995), and Puspa (1995).

For the next research, it is necessary to develop various variable that would affect the role conflict. This variable may be obtained by developing new variables deriving from contingency theory, such as job satisfaction, job related tension, locus of control, and role ambiguity. The implication of this research also may serve as a difference for further research by applying different methods and samples.

Keywords: Role Conflict, Professional Orientation, Managerial Orientation, Budget Participation

Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

Pendahuluan

Kondisi persaingan usaha yang semakin kompetitif memberikan dorongan yang sangat besar pada perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas output yang dihasilkan. Agar lulusan yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja, berbagai perguruan tinggi melakukan pembenahan di segala bidang, salah satu diantaranya adalah peningkatan efisiensi dan efektivitas manajemen. Untuk itu para pengelola perguruan tinggi sebagian besar menetapkan kebijakan bahwa manajer puncak hingga manajer tingkat menengah dipegang oleh para profesional yang mereka miliki yaitu karyawan edukatif (staf pengajar/dosen).

Jika seorang dosen menduduki jabatan struktural, ia memiliki peran ganda yaitu sebagai manajer dan sebagai akademisi/pendidik. Sebagai seorang manajer ia harus mendasarkan pekerjaannya pada efisiensi dan pencapaian tujuan organisasi. Keberhasilan sebagai seorang manajer akan diukur, antara lain, dengan pengendalian administratif melalui proses penganggaran. Menurut Hopwood (1976) pengendalian administratif tersebut mencakup mekanisme dan prosedur seperti; struktur otoritas, peraturan, kebijakan, prosedur operasi standar, anggaran, reward, dan sistem insentif. Adapun pengendalian melalui mekanisme anggaran sering juga disebut dengan pengendalian akuntansi. Sebagai seorang akademisi, ia harus berorientasi pada nilai-nilai profesinya yang secara spesifik disebut dengan orientasi profesional.

Download via ziddu.com

Pengaruh Kapasitas Individu yang Diinteraksikan dengan Locus of Control Terhadap Budgetary Slack

Simposium Nasiona Akuntansi 9 Padang

Pengaruh Kapasitas Individu yang Diinteraksikan dengan Locus of Control Terhadap Budgetary Slack

Oleh
Shinta Permata Sari, SE.*)
Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRACT

Many studies about budgetary slack were focused on organisational factors. Budgetary partisipation as a variable that always be correlated to budgetary slack has incossitent effects. Recent studies find that personal factors also occur in budgetary process. They suggest the importence of controls on budgetary process, especially manager’s self-control. This study examines the influence of locus of control as a moderating variable on the relationship of individual capacity and budgetary slack.

The sample of this study is selected using purposive sampling from hotel’s manager in Surakarta. This study also tries to use an individual capaciti’s set of variables using common factor analysis. It is used because individual capacity has three proxies. They are education, training and experience.

The result found that individual capacity affected budgetary slack if manager had internal locus of control. This study also support that not only organisational factors occur in budgetary process, but also personal factors.

Keyword: individual capacity, budgetary slack, locus of control

A. LATAR BELAKANG
Persaingan bisnis yang semakin ketat dan kompleks saat ini, menuntut manajemen perusahaan agar mampu menjamin operasi perusahaan berjalan dengan baik, tetap bertahan dan terus berkembang. Salah satu cara agar manajemen dapat mencapai hal tersebut adalah dengan menyusun, mengendalikan, melaksanakan dan mengevalusi anggaran yang digunakan oleh perusahaan.

Anggaran sebagai suatu rencana yang mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit moneter untuk jangka waktu tertentu membantu manajemen melakukan fungsi-fungsinya, meliputi formasi dan rencana, koordinasi dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dengan berdasar pada rencana dan pengendalian atas kegiatan tertentu (Hariadi, 1992: 218). Anggaran disusun sebagai alat perencanaan, alat memfasilitasi komunikasi, pengalokasian sumber daya, alat kontrol laba dan operasi, dan alat evaluasi kinerja dan pemberian insentif (Hilton, 1997: 152). Agar proses penyusunan anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, maka proses penyusunan anggaran harus mampu menanamkan rasa sense of commitment bagi penyusun. Apabila tidak berhasil, maka anggaran hanya sekedar rencana belaka tanpa ada rasa tanggung jawab ketika terjadi penyimpangan realisasi dengan anggaran.

Penelitian tentang anggaran telah berkembang terkait dengan berbagai bidang diantaranya ekonomi, psikologi, sosial dan politik (Syakhroza, 2003). Penelitian tentang perilaku anggaran banyak mengacu pada premis Argyis tentang penganggaran partisipatif (participative budgeting). Secara empiris ditemukan bahwa partisipasi dalam penganggaran memiliki dampak positif dan negatif terhadap perilaku karyawan (Magner, 2003).

Download via ziddu.com

Kelas Internasional (INT) SNA 10

Berikut ini adalah judul – judul jurnal dalam bidang Kelas Internasional (INT) Simposium Nasional Akuntansi X (SNA 10):

INT-01
Economic Motives of Adoption Timing Decision; The Case of PSAK 24 Revision
S. Nurwahyuningsih Harahap

INT-02
The Auditor Tenure and the Quality of Earnings: Is Mandatory Auditor Rotation Useful?
Sekar Mayangsari

INT-03
In Search For The Non-Monotonic Realationship Between situational Factors, Discreationary Use Of Budgeter
Fuad

INT-04
Modeling Turnover And Their Antecedents Using The Locus Of Control As Moderation: Empirical Study Of Public Accountant Firms In Java Indonesia
Leni Puspitasari, SE dan Dwi Cahyono, SE, M.Si, Ak

INT-05
Influence Of Information Frame To Group and Individual Decision Making: Hypothetical and Real
Fitria Husnatarina SE, M.Si

INT-06
The Influence of Board structure on Firm Performance
Widarnarni Pudjiastuti, Dra.,Ak., M.Si dan Aida Ainul Mardiyah, Dr.,SE., M.Si

INT-07
Does Debt Affect Firm Financial Performance? The Role of Debt On Corporate Governance In Indonesia
Putu Anom Mahadwartha & Fitri Ismiyanti

INT-08
Is There Any Fiscal Competition Among Local Govrnments In Indonesia After Fiscal Decentralization?
Haryo kuncoro

Judul – judul Jurnal Akuntansi Syariah (AS) SNA 10

*Catatan: Jurnal Simposium Nasional Akuntansi X (SNA 10) akan segera diposting.