The Effect of Related and Unrelated Diversification of Capital Structure Policy: Empirical Evidence on Indonesian Companies

The Effect of Related and Unrelated Diversification of Capital Structure Policy: Empirical Evidence on Indonesian Companies

Title : The Effect of Related and Unrelated Diversification of Capital Structure Policy: Empirical Evidence on Indonesian Companies

Authors : Ratna Wardhani (Program Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) & Ade Sobrina Hasibuan (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia)

ABSTRACT

The objective of this research is to analyze the role of related and unrelated diversification of listed firms in Indonesia on capital structure decision, by using 78 Indonesia companies listed in the Indonesia Stock Exchange for 2002-2007 and panel data methodology. The result shows that in general diversification positively affect firms leverage. This result also apply to unrelated diversification strategy, where firms with unrelated diversification strategy inclined to increasing level of firm leverage; in other words, unrelated diversification has a positive effect on debt as source of finance. Therefore, capital structure decisions of unrelated diversified firms seem to be strictly aimed at reaching their target optimal debt level and consistent with the static trade off hypothesis. However the relation between related diversification strategy with firm’s capital structure cannot be prove in this study due to the possibility that such strategy will require less cost of investment so that the company can still use internal financing.

Keywords: diversification strategy, capital structure, source of finance

Hypothesis

H1 : Diversification strategy ini general will affect on firm leverage.
H2 : Related diversification strategy will negatively affect on firm leverage.
H3 : Unrelated diversification strategy will positively affect on firm leverage.

Conclusion

This study proves that in general, a diversified company that will tend to increase the ratio of corporate leverage. However, the results of this study indicate that there is no significant evidence about the influence of related diversification strategies to level of leverage. This due to the small cost of investment for this kind of diversification and the company can still use internal financing. This is because they already have relevant resources and using similar asset in expanding the business into related segment. The companies that apply unrelated diversification, the results of this study indicate that there is a significant relationship between un related diversification strategy to the determination of the company’s capital structure policy. The results of this study indicate that companies with unrelated diversification will tend to increase the company’s leverage ratio. In other words, when the company apply unrelated diversification strategy companies will tend to use debt financing to meet the needs of the company in conducting its business activities. Meanwhile, several other variables such as profitability, firm size, growth opportunities, as well as Non-Debt Tax Shield also proved to have influence on the determination of capital structure policy.

VIP Member Download (Login to download)

023
490.5 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

The Effect of Accounting Disclosure, Concentrated Ownership, and Accounting Harmonization to Earnings Quality

The Effect of Accounting Disclosure, Concentrated Ownership, and Accounting Harmonization to Earnings Quality

Title :

The Effect of Accounting Disclosure, Concentrated Ownership, and Accounting Harmonization to Earnings Quality: The Case of Asia Pacific

Author : Alfon Inggrid & Carolina Ratna Wardhani
(Graduate Program in Accounting Faculty of Economics, University of Indonesia)

Abstract This study aims to determine the influence of the level of disclosure and concentrated ownership on the quality of earnings in the context of differences in the degree of local standards to IFRS convergence between countries. This research was carried out against the companies listed on stock exchanges of Indonesia, Singapore, Hong Kong, and Australia. This study will use a multidimensional measure earnings quality using the five measures of earnings quality which are earnings predictability, earnings management, earnings response coefficients, and conservatism. In general, this study found that higher levels of disclosure by companies, the high quality of earnings reported by companies. In the context of increasingly high demand for convergence of accounting standards to IFRS, this study supports the role of convergence in improving the quality of corporate earnings. The use of accounting standards to IFRS convergence will strengthen the influence of the level of disclosure to earnings quality.

Key words: Disclosure, ownership, degree of convergence of local GAAP to IFRS.

Hypothesis

H1: The level of disclosure has positive influence on earnings quality.
H2: Companies with concentrated ownership will have a lower earnings quality than companies with unconcentrated ownership.
H3 : Degree of convergence of local standards to IFRS has positive influence on earnings quality.
H4: Effect of level of disclosure to the quality of earnings depends on the level of IFRS convergence in the countries where it operates.

Conclusion

In general, this study found that higher levels of disclosure by companies, the high quality of earnings reported by companies. This study also shows that firms with concentrated ownership will have a lower quality of earnings, although only supported by two out of four model used. In the context of increasingly high demand for convergence of accounting standards IFRS, this study supports the role of convergence is in improving the quality of corporate earnings. The use of accounting standards to IFRS convergence will strengthen the influence of the level of disclosure of earnings quality.

VIP Member Download (Login to download)

022
661.7 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

Pengaruh Tanggungjawab, Motivasi Intrinsik dan Pembingkaian Informasi Anggaran Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Dengan Group-Shifts Sebagai Variabel Pemoderasi

Pengaruh Tanggungjawab, Motivasi Intrinsik dan Pembingkaian Informasi Anggaran Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Dengan Group-Shifts Sebagai Variabel Pemoderasi

Judul Jurnal (SNA 14) : Pengaruh Tanggung jawab, Motivasi Intrinsik dan Pembingkaian Informasi Anggaran Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Dengan Group-Shifts Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Eksperimen)

Penulis : Barkah Susanto (Universitas Muhammadiyah Magelang)

ABSTRAK

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa keputusan kelompok yang baik lebih atau kurang berisiko dibandingkan dengan keputusan yang dibuat oleh anggota kelompok masing-masing. Penelitian ini mengusulkan dan menguji tiga kondisi yang dapat mempengaruhi apakah keputusan kelompok menjadi lebih atau kurang berisiko: (1) perumusan alternatif keputusan, dan (2) tingkat tanggung jawab untuk keputusan terkait sebelumnya, dan (3) penghargaan atas proyek yang sukses.

Penelitian ini menggunakan 2 x 2 dalam desain eksperimental subjek. Peserta adalah 80 mahasiswa. Untuk menguji hipotesis, paired sample t-test digunakan sebagai alat analisis uji beda.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa keputusan yang dibuat oleh subjek berbeda dalam informasi yang dibingkai secara positif maupun negatif, dan ketika reward diberikan untuk proyek yang sukses.

Kata Kunci: Tanggung Jawab, Motivasi Intrinsik, Framing dan Kelompok-Shift

HIPOTESIS

  • H1a: Preferensi untuk investasi di dalam proyek yang berisiko akan lebih rendah/kecil (less risky) di dalam grup dibandingkan individu ketika alternative keputusan itu disajikan dengan pembingkaian informasi secara positif (positive-frame) (grup akan lebih cenderung menghindari risiko).
  • H1b: Preferensi untuk investasi di dalam proyek yang berisiko akan lebih tinggi/besar (more risky) di dalam grup dibandingkan individu ketika alternative keputusan itu disajikan dengan pembingkaian informasi secara negatif (negative frame) (grup akan lebih cenderung mengambil risiko).
  • H2a: Preferensi untuk memberikan investasi tambahan di dalam proyek yang berisiko akan lebih rendah/kecil di dalam grup dibandingkan dengan individu ketika individu itu tidak bertanggungjawab pada investasi awalnya.
    H2b: Preferensi untuk memberikan investasi tambahan di dalam proyek yang berisiko akan lebih tnggi/besar di dalam grup dibandingkan dengan individu ketika individu itu bertanggungjawab pada investasi awalnya.
  • H3: Preferensi motivasi intrinsik di dalam proyek yang berisiko akan lebih rendah/kecil di dalam kelompok dibandingkan dengan individu ketika diberikan reward atas prestasi yang dicapai

KESIMPULAN

Teori group-shift belum cukup menjelaskan kondisi-kondisi yang mungkinakan menimbulkan pergeseran perilaku dalam mengambil resiko. Teori tersebut sangat umum dalam menjelaskan proses yang mungkin terjadi dalam pengambilan risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji tiga kondisi yang mungkin menimbulkan pergeseran kelompok dalam pengaturan bisnis. Penelitian eksperimen ini menguji efek dari pembingkaian informasi, pemberian reward atas prestasi yang dicapai dan tanggung jawab.

Pertama, pada penelitian ini akan memprediksikan bahwa ketika alternatif keputusan dibingkai secara positif, maka kelompok akan cenderung menghindari resiko daripada individu, dan ketika alternatif keputusan dibingkai secara negatif, maka kelompok akan cenderung mengambil resiko apabila dibandingkan dengan individu. Hasil dari eksperimen ini mendukung hipotesis yang diajukan. Selanjutnya, pada penelitian ini memperkirakan bahwa ketika seseorang / manajer tidak bertanggung jawab untuk keputusan investasi awal, kelompok akan cenderung menhindari resiko daripada individu, dan ketika seseorang / manajer bertanggung jawab atas keputusan investasi awal, kelompok akan lebih mengambil risiko daripada individu. Hasil eksperimen ini tidak mendukung hipotesis. Dan bagian terakhir dari penelitian ini akan memperkirakan, bahwa bila reward diberikan atas prestasi yang dicapai, maka diprediksi motivasi intrinsik pada kelompok akan lebih rendah apabila dibandingkan dengan individu. Hasil analisis mendukung hipotesis ini.

Hasil ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh: Kahneman dan Tversky (1979, 1981); Mowen dan Mowen (1986); (Rutledge dan Harrell, 1994); Mittal dan Ross (1998); dan Hartadi dan Gudono (1998) tentang penyusunan informasi untuk mempengaruhi keputusan yang diambil oleh individu. Sedangkan aspek tanggung jawab tidak memberikan perbedaan dalam sifat keputusan yang diambil oleh subjek. Hasil ini berbeda dari apa yang telah ditemukan oleh Rutledge dan Harrel (1994). Pada penelitian ini, yang juga mendukung empiris perbedaan preferensi motivasi intrinsik antara individu dan kelompok akan , ketika reward diberikan atas prestasi yang dicapainya. Penemuan dan implikasi dari penelitian ini harus dipertimbangkan dalam konteks kekuatan dan keterbatasan dari penelitian ini. Penelitian eksperimen seperti ini memungkinkan perilaku pengambil keputusan untuk diteliti dalam sebuah lingkungan yang terkendali sehingga memiliki potensi internal validitas yang tinggi. Namun, juga harus diperhatikan dalam menggeneralisasikan hasilnya, seperti eksperimen untuk kelompok dan situasi lain.

VIP Member Download (Login to download)

021
525.2 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

INOVASI PRODUK DAN PROSES – IMPLIKASI AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN

INOVASI PRODUK DAN PROSES – IMPLIKASI AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN

Judul Jurnal (SNA 14): INOVASI PRODUK DAN PROSES ; IMPLIKASI AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN (Studi pada Manajer Perusahaan Manufaktur di Banten)

Penulis: Budi Ramadhani, Munawar Muchlish, SE.,Ak, M.Si, Elvin Bastian, SE, M.Si (FE Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten)

Abstrak

Peningkatan kesadaran tentang isu-isu lingkungan telah mendorong organisasi untuk menggunakan akuntansi manajemen lingkungan (AML), yang telah dikatakan untuk memberikan banyak manfaat bagi pengguna, termasuk peningkatan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara strategi sebagai variabel anteseden AML, akuntansi manajemen lingkungan (AML), dan inovasi produk dan proses inovasi sebagai variabel konsekuensi dari AML.

Data dikumpulkan dari 270 manajer perusahaan manufaktur di Banten dengan purposive sampling. Hipotesis ini dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan Program AMOS (Analisis Struktur Momen) versi 7.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara strategi prospektor dan akuntansi manajemen lingkungan (AML), ada hubungan positif antara akuntansi manajemen lingkungan (AML) dan kedua dari inovasi produk dan proses inovasi, dan ada hubungan negatif antara strategi dan baik dari inovasi produk dan proses inovasi. Penelitian ini menggunakan R & D usaha, ukuran, dan industri sebagai variabel kontrol, dan hanya industri yang memiliki hubungan positif dengan akuntansi manajemen lingkungan (AML).

Keywords: Environmental management accounting, Innovation, Corporate strategy, AMOS

Hipotesis

  • H1 : Terdapat hubungan positif antara strategi prospector dan penggunaan Akutansi Manajemen Lingkungan (AML).
  • H2a: Terdapat hubungan positif antara penggunaan AML dan inovasi produk.
  • H2b: Terdapat hubungan positif antara penggunaan AML dan inovasi proses.
  • H3a: Terdapat hubungan positif antara strategi prospector dan inovasi produk.
  • H3b: Terdapat hubungan positif antara strategi prospector dan inovasi proses.

Simpulan

Penggunaan akuntansi manajemen lingkungan (AML) membantu organisasi untuk mengenali pengaruh lingkungan dari aktivitas operasional mereka (Ferreira et al.,2010). Beberapa studi kasus menguraikan secara singkat manfaat yang berhubungan dengan penggunaan AML (Bennet et al., 2003; Burritt et al., 2002; de Beer dan Friend, 2006; Gibson dan Martin, 2004; Hansen dan Mowen, 2005).

Secara keseluruhan hasil penelitian ini mendukung dimensi akuntansi manajemen lingkungan (AML) yang dapat meningkatkan inovasi produk dan inovasi proses. Penelitian ini memberikan sudut pandang tentang bagaimana strategi memungkinkan perusahaan untuk mencapai akuntansi manajemen lingkungan (AML) yang lebih efektif dalam mendesain tujuan perusahaan berkaitan dengan inovasi baik inovasi produk dan inovasi proses.

VIP Member Download (Login to download)

020
1006.7 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

PENGARUH TINGKAT FORMALITAS EVALUASI KINERJA PERSEPSIAN TERHADAP ASPEK KEPERILAKUAN MANAJER

PENGARUH TINGKAT FORMALITAS EVALUASI KINERJA PERSEPSIAN TERHADAP ASPEK KEPERILAKUAN MANAJER

PENGARUH TINGKAT FORMALITAS EVALUASI KINERJA PERSEPSIAN TERHADAP ASPEK KEPERILAKUAN MANAJER

PENGARUH TINGKAT FORMALITAS EVALUASI KINERJA PERSEPSIAN TERHADAP ASPEK KEPERILAKUAN MANAJER

Abstract (Klik untuk membaca)

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian Hartmann dan Slapnicar (2009) mengenai pengaruh tingkat formalitas penilaian kinerja dengan trust bawahan terhadap atasan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat formalitas penilaian kinerja terhadap trust bawahan terhadap atasan dengan tiga variabel pemediasi yaitu keadilan prosedural, keadilan distributif, dan kualitas umpan balik kinerja, kemudian menguji pengaruh trust bawahan terhadap atasan dengan senjangan anggaran (budgetary slack).

Dari hasil penelitian didapatkan bukti bahwa keadilan prosedural, keadilan distributif, dan kualitas umpan balik kinerja tidak memediasi hubungan antara tingkat formalitas penilaian kinerja dengan trust bawahan terhadap atasan. Peneliti juga menemukan bahwa kualitas umpan balik kinerja memiliki dampak positif terhadap keadilan prosedural, akan tetapi karena tidak terbukti bahwa tingkat formalitas penilaian kinerja memiliki dampak positif terhadap kualitas umpan balik kinerja, maka hal ini berarti kualitas umpan balik kinerja tidak memediasi hubungan antara tingkat formalitas penilaian kinerja dengan keadilan prosedural. Jadi, secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat formalitas penilaian kinerja dengan trust bawahan terhadap atasan adalah hubungan langsung.

Akan tetapi, yang menarik dari hasil penelitian ini adalah ternyata trust bawahan terhadap atasan terbukti dapat menurunkan senjangan anggaran (budgetary slack). Hal ini suatu temuan yang penting yang mendukung argumen bahwa trust bawahan terhadap atasan dapat mengurangi masalah agensi (Jones, 1995), karena trust akan meningkatkan pertukaran informasi antara atasan dengan bawahan (Fisher et al. 2005) sehingga akan menurunkan asimetri informasi, dan asimetri informasi akan menunkan senjangan anggaran (budgetary slack) (Dunk, 1993).

Meskipun sedikit berbeda dari hasil penelitian sebelumnya, hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa tingkat formalitas penilaian kinerja merupakan karakteristik yang relevan untuk menciptakan persepsi keadilan karyawan baik keadilan prosedural maupun keadilan distributif. Tetapi, hasil penelitian ini tidak mampu membuktikan bahwa persepsi keadilan bawahan baik distributif maupun prosedural dapat meningkatkan kepercayaan bawahan terhadap atasan. Hal ini dapat dijelaskan dengan latar belakang perusahaan yang akan mempengaruhi persepsi dan sikap bekerja (work attitude) karyawan, yaitu hampir seluruh sampel dalam penelitian ini adalah orang-orang yang bertahan (survivors) atau tidak terkena PHK (downsizing) pada saat itu. Dampak perampingan karyawan (downsizing) terhadap karyawan sudah banyak didokumentasikan, salah satunya yang telah mereview penelitian mengenai downsizing ini adalah Kozlowski et al. (1993).

VIP Member Download (Login to download)

016
653.1 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal