Corporate Control and Firm Performance : Does the Type of Owners Matter ?

VIP Member Download (Login to download)

AKMEN 05
414.6 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

CORPORATE CONTROL AND FIRM PERFORMANCE: DOES THE TYPE OF OWNERS MATTER?

Muhammad Agung Prabowo*

Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

[Jurnal Akuntansi Manajemen Internasional - SNA 13]

Abstract:

The paper extends the ownership study by examining the different types of large shareholders in relation to its impact on organizational outcome in Indonesia using a dataset consisting of 190 non-financial companies listed in Jakarta Stock Exchange in 2002. The study investigates the effect of family ownership, foreign blockholder, domestic institutional shareholders, and the board of directors on firm performance. The results confirm the different impact of different large shareholders type on firm performance. Controlling family ownership is more likely to exacerbate agency problems while the presence of foreign investor is related to superior firm performance. Domestic blockholders is insignificantly related to firm performance. However, the interaction effect between family and domestic blockholders ownership is negatively related to firm performance, offering empirical evidence to the existence of interlocking blockholders in Indonesia to deprive minority shareholders from their rights.

Keyword: Corporate Governance, Large Shareholders, Board Structure, Firm Performance JEL Classification: G32, G35

The structure of corporate ownership has been argued as being is the most important dimension of governance mechanism as it determines the distribution of control among contracting parties. The structure forms the nature of agency conflict specific to the firm and accordingly the very purpose of corporate governance portfolio adopted by the firm (Shleifer & Vishny 1997). In the dispersed firms, agency problem is related to the conflict between insider manager and outside shareholders. In contrast, the problem stems from utility maximizing behaviour of majority shareholders that diverges from those of minority shareholders whenever the corporate ownership is concentrated.

Traditionally, the structure incorporates the level of shareholding and the type of large shareholders. The level of shareholding has been claimed as potentially helping to create the convergence of interest between those of agent and principal (Jensen & Meckling 1976). However, higher shareholding provides majority owners with sufficient voting power to entrench themselves that leads to the expropriation of minority shareholders associated with the private benefit of control (La Porta et al. 1999; La Porta et al. 2000; Claessens et al. 2002). The type of large shareholders has been associated with different demand of governance configuration that potentially that results in different organizational outcome (Johnson & Greening 1999; Dahlquist & Robertsson 2001; Jiambalvo, Rajgopal & Venkatachalam 2002; Gillan & Starks 2003)…..

@## Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Kinerja Perusahaan

Judul Jurnal : Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Kinerja Perusahaan

Kategori : Jurnal Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal (AKPM) – Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XIII (SNA 13)

Penulis : Kartika Hendra Titisari Fakultas Ekonomi (UNIBA – Surakarta), Eko Suwardi Fakultas Ekonomi (UGM – Yogyakarta), Doddy Setiawan (Fakultas Ekonomi – UNS Surakarta)

Abstrak

Penelitian ini meneliti efek dari Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja perusahaan. Kami menganalisis CSR berdasarkan parameter: masyarakat, lingkungan dan pekerjaan dan kami menggunakan Cumulative Abnormal Return (CAR) sebagai proxy dari kinerja perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 32 laporan tahunan perusahaan yang rentan terhadap lingkungan dan bergabung dalam Program Peringkat Kinerja Lingkungan Perusahaan (Company’s Environmental Performance Rating Program) dari Kementerian Lingkungan Hidup dari 2005 sampai 2006. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam tren indeks CSR, jika dilihat dari parameternya, kegiatan CSR jauh lebih banyak dilakukan dalam bidang lingkungan dan masyarakat. Berdasarkan analisis korelasi, variabel lingkungan dan masyarakat memiliki korelasi positif dengan CAR, ini menunjukkan bahwa informasi dianggap oleh investor untuk memiliki efek pada kinerja perusahaan. Di sisi lain kerja memiliki korelasi negatif dengan CAR, karena informasi ini dianggap oleh investor sebagai pengeluaran perusahaan, yang menyebabkan kerusakan nilai pemegang saham. Tapi, menggunakan analisis regresi kami tidak menemukan dampak signifikan dari CSR serta masyarakat dan lingkungan terhadap return saham. Di sisi lain, kita menemukan efek yang signifikan dari kerja pada return saham.

Kata kunci: CSR, lingkungan, masyarakat, pekerjaan, return saham, kinerja perusahaan

(Abstrak diterjemahkan dengan Google Translate)

Pendahuluan

Akhir-akhir ini topik mengenai Corporate Social Responsibility (selanjutnya disingkat CSR) banyak di bahas. Perusahaan di dunia maupun di Indonesia juga semakin banyak yang mengklaim bahwa mereka telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Kesadaran tentang pentingnya mempraktikan CSR ini menjadi trend global seiring dengan semakin maraknya kepedulian mengutamakan stakeholders. Kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan pasar, perusahaan harus secara serius dan terbuka memperhatikan CSR. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Undang-Undang RI No. 40/2007 mewajibkan perseroan yang bidang usahanya di bidang atau terkait dengan bidang SDA untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan dan wajib melaporkan pelaksanaan tanggung jawab tersebut di Laporan Tahunan.

Penelitian mengenai CSR telah banyak dilakukan baik di Indonesia maupun di negara lain, misalnya Widiastuti (2002), Mahoney et al (2003), Zuhroh dan Sukmawati (2003), Suratno et al (2006), Fauzi et al (2007), Fiori et al (2007), dan Sayekti dan Wondabio (2007). Penelitian yang menginvestigasi hubungan CSR dan kinerja perusahaan yang meliputi kinerja keuangan dan kinerja ekonomi dilakukan oleh Mahoney et al (2003) yang meneliti hubungan antara kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dengan kinerja keuangan (ROE dan ROA) dengan variabel kontrol debt to assets ratio dan assets. Hasilnya menunjukkan hubungan positif. Penelitian Suratno et al (2006) menunjukkan bahwa environmental performance berpengaruh secara positif terhadap economic performance. Fauzi et al (2007) merupakan peneliti yang mengembangkan model slack resource theory dan good manajement theory dalam meneliti hubungan Corporate Social performance dan Corporate Financial Performance (ROE dan ROA). Hasil studi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis lebih jauh dengan menggunakan slack resource theory menunjukkan size perusahaan mempengaruhi hubungan CSP dan CFP.

Sayekti dan Wondabio (2007) meneliti pengaruh CSR disclosure terhadap Earning Response Coefficient. Bukti empiris menunjukkan CSR berpengaruh negatif terhadap earning response coefficient, yang mengindikasikan bahwa investor mengapresiasi informasi CSR yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Widiastuti (2002) justru menunjukkan pengaruh positif. …..

VIP Member Download (Login to download)

AKPM 01
597.9 KiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal