Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance(Cg) Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report (SR)

Judul Jurnal (SNA 14) : Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Corporate Governance(Cg) Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report (SR) ( Studi Pada Perusahaan – Perusahaan yang Listed (Go-Public) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2007 – 2009 )

Penulis : Hari Suryono  Dan Andri Prastiwi  (Universitas Diponegoro Semarang)

PENDAHULUAN

Isu mengenai sustainable development berkembang dengan pesat seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang menerbitkan sustainability report. The Global Reporting Initiative (GRI) yang berlokasi di Belanda dan pemegang otoritas lain di dunia, berusaha mengembangkan “framework for sustainability reporting”, dan versi terakhir dari pedoman pelaporan yang telah dihasilkan dinamakan G3 Guidelines (Dilling, 2009). Semakin lama jumlah organisasi-organisasi maupun perusahaan-perusahaan global yang mengadopsi G3 Guidelines semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan yang telah menerbitkan SRberdasar G3 guidelines disyaratkan memenuhi tipe-tipe standar pelaporan, yakni: profil organisasi, indikator kinerja, dan pendekatan manajemen (GRI 2009B). Pengungkapan SR di kebanyakan negara, termasuk Indonesia masih bersifat voluntary, artinya tidak ada aturan yang mewajibkan seperti halnya pada penerbitan financial reporting (Utama, 2006). Di Indonesia, studi mengenai SR masih sangat jarang. Penelitian awal biasanya dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Misalnya, penelitian yang menganalisis penerapan SRsuatu perusahaan berdasar Global Reporting Initiative (GRI) yang antara lain dilakukan oleh Anke (2009); Nugroho (2009); dan Wicaksono (2010). Hal ini dikarenakan sangat terbatasnya sampel, yaitu perusahaan yang melakukan praktik pengungkapan SR.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode tahun 2007 sampai dengan 2009. Sampel dalam penelitian ini dikategorikan menjadi dua, yaitu perusahaan yang melakukan pengungkapan SR dan perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan SR. Terdapat 20 perusahaan yang melakukan pengungkapan SR dari periode tahun 2007-2009. Perusahaan-perusahaan yang tidak mengungkapkan SR dipilih sebanyak 25 perusahaan dengan menggunakan metode sampel acak terstruktur (stratified random sampling). Penarikan sampel terstruktur dalam beberapa kasus memiliki keuntungan dapat merefleksikan lebih akurat karakteristik populasi daripada metode acak sederhana atau penarikan sampel acak sistematis (Ghozali, 2007). Jumlah 25 diambil karena jumlah tersebut merupakan jumlah proporsional yang paling mendekati 20, sebagai pembanding perusahaan yang membuat SR. Proporsi menurut kategori jenis perusahaan yang dipilh, dengan menggunakan metode stratified random sampling dapat dilihat pada tabel 3.1. Dari 45 perusahaan tersebut menghasilkan 114 observasi.

Hipotesis

  • H1 = Tingkat profitabilitas memiliki hubungan positif dengan pengungkapan sustainability report.
  • H2 = Tingkat likuiditas suatu perusahaan berhubungan positif dengan pengungkapan SRyang dilakukan oleh suatu perusahaan.
  • H3 = Tingkat leverage memilki hubungan negatif dengan pengungkapan sustainability report.
  • H4 = Tingkat aktivitas perusahaan memiliki hubungan positif dengan pengungkapan sustainability report.
  • H5 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR perusahaan.
  • H6 = Komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report.
  • H7 = Dewan direksi memiliki hubungan positif dengan pengungkapan sustainability report.
  • H8 = Governance Committee memiliki hubungan positif dengan pengungkapan SR suatu perusahaan.

VIP Member Download (Login to download)

031
1.1 MiB
Details...

File ini hanya bisa diakses oleh VIP Member (Donatur)download jurnal akuntansi
Download Contoh Jurnal

Leave a Reply